Mengenal Lebih Dekat Sejarah Label Onitsuka Tiger

Apa yang terlintas dalam pikiranmu kala mendengar nama Onitsuka Tiger, girls? Sebuah label sepatu yang dikenal dengan rangkaian desainnya nan versatile? Atau faktor kenyamanan saat menggunakannya yang tidak perlu kamu ragukan lagi? Dengan segala IT Factor yang ada, tidak mengherankan bila Onitsuka Tiger tetap menjadi sebuah label fashion yang berjaya dari masa ke masa.

Namun kepopuleran brand ini jelas tak datang begitu saja. Ada sejarah panjang yang menggawangi di balik berdirinya label ini sejak tahun 1949 silam, girls!

Cerita dimulai kala sang pendiri Kihachiro Onitsuka memiliki keinginan untuk mengubah kehidupan masyarakat negaranya. Olahraga ia pilih sebagai cara terbaik menyatukan dan menghubungkan masyarakat Jepang, tepat setelah perang melanda di tahun yang sama. Filosofi Anima Sana In Corpore Sano yang berarti “di dalam pikiran sehat terdapat tubuh yang sehat” pula lantas dipilih Kihachiro Onitsuka sebagai landasannya dalam melebarkan semangat membangun kembali Jepang. Filosofi tersebut juga yang kemudian melahirkan akronim ASICS hingga saat ini.

Bergulir ke tahun 1951, Kihachiro Onitsuka lantas menghadirkan terobosan sepatu 1951 OK BASKETBALL SHOE. Sepatu yang terinspirasi dari tentakel gurita dan memiliki sol berbentuk suction cup. Desain yang unusual ini ternyata membantu para pemain basket untuk kian mempermudah langkahnya di lapangan. Banyak tim sekolah menengah di Jepang yang memenangkan kejuaraan mereka setelah menggunakan sepatu ini!

Ketenaran Onitsuka Tiger sebagai sebuah label shoeswears pun semakin melesat. Terbukti sejumlah inovasi terus dilahirkan oleh Kihachiro Onitsuka dalam berbagai series. Seperti seri The MAGIC RUNNER di tahun 1961 yang dirancang light-weight untuk para pelari. Serta RUNSPARK di tahun 1964 dengan mengedepankan teknologi Jepang sebagai bentuk penghormatan atas Olimpiade Tokyo di tahun yang sama.

Tetapi tahun 1966 seolah menjadi titik tak terduga bagi perjalanan Onitsuka Tiger untuk kian mendunia. Di tahun tersebut, untuk pertama kalinya Onitsuka Tiger mengeluarkan desain sepatu bergaris yang menghiasi sisi-sisi sepatunya. Garis tersebut pertama kali muncul di LIMBER UP Leather BK diperkenalkan untuk Olimpiade Meksiko tahun 1968. Tak lama desain yang distingtif tersebut tersebar dan menjadi spotlight tersendiri bagi dunia hingga detik ini. Kamu pasti familiar bukan dengan desain tersebut?

Kesuksesan Onitsuka Tiger di tahun 1966 turut melebarkan title sebagai sport shoes maker terbaik di Jepang. Tak hanya series Meksiko di tahun 1978 Onitsuka Tiger juga merilis series CALIFORNIA 78 yang didesain khusus bagi para pelari dengan patch reflektif yang dijahit di bagian belakang sepatu, sehingga pengemudi di jalan dapat melihat pelari dari jarak 300 meter di malam hari atau di hari hujan.

Seluruh koleksi legacy yang dihadirkan oleh Onitsuka Tiger pun pada akhirnya diluncurkan ke dunia pada tahun 2002. Beberapa series klasik turut mengalami pembaharuan, reinterpretasi, dan bahkan diciptakan kembali. Terutama series MEKSIKO 66, CALIFORNIA 78 dan NIPPON MAD yang dikenal sebagai signature brand ini.

Kini Onitsuka Tiger tak hanya berfokus pada shoeswear semata, tetapi juga tumbuh dengan koleksi pakaian dan juga aksesoris bersamanya. Terdapat banyak kolaborasi dengan para seniman namun tetap setia membawa warisan Jepang dengan unsur modernitas yang menawan di dalamnya.

You may also like